Lebih Sehat dengan OUTEA, Teh Hitam Paling Dicari dan Paling Direkomendasikan. Sehat, Hemat TANPA OBAT dengan Rutin Minum Teh Hitam OU TEA. Melayani penjualan ONLINE sejak 2007.
17 Desember 2014
02 Januari 2010
Pengolahan teh dan pengelompokan
Teh dikelompokan berdasarkan cara pengolahan. Daun teh Camellia sinensis segera layu dan mengalami oksidasi kalau tidak segera dikeringkan setelah dipetik. Proses pengeringan membuat daun menjadi berwarna gelap, karena terjadi pemecahan klorofil dan terlepasnya unsur tanin. Proses selanjutnya berupa pemanasan basah dengan uap panas agar kandungan air pada daun menguap dan proses oksidasi bisa dihentikan pada tahap yang sudah ditentukan.
Pengolahan daun teh sering disebut sebagai "fermentasi" walaupun sebenarnya penggunaan istilah ini tidak tepat. Pemrosesan teh tidak menggunakan ragi dan tidak ada etanol yang dihasilkan seperti layaknya proses fermentasi yang sebenarnya. Pengolahan teh yang tidak benar memang bisa menyebabkan teh ditumbuhi jamur yang mengakibatkan terjadinya proses fermentasi. Teh yang sudah mengalami fermentasi dengan jamur harus dibuang, karena mengandung unsur racun dan unsur bersifat karsinogenik.
Pengelompokan teh berdasarkan tingkat oksidasi:
Teh putih
Teh yang dibuat dari pucuk daun yang tidak mengalami proses oksidasi dan sewaktu belum dipetik dilindungi dari sinar matahari untuk menghalangi pembentukan klorofil. Teh putih diproduksi dalam jumlah lebih sedikit dibandingkan teh jenis lain sehingga harga menjadi lebih mahal. Teh putih kurang terkenal di luar Tiongkok, walaupun secara perlahan-lahan teh putih dalam kemasan teh celup juga mulai populer. (http://teh-putih-indonesia.blogspot.com)
Teh hijau
Daun teh yang dijadikan teh hijau biasanya langsung diproses setelah dipetik. Setelah daun mengalami oksidasi dalam jumlah minimal, proses oksidasi dihentikan dengan pemanasan (cara tradisional Jepang dengan menggunakan uap atau cara tradisional Tiongkok dengan menggongseng di atas wajan panas). Teh yang sudah dikeringkan bisa dijual dalam bentuk lembaran daun teh atau digulung rapat berbentuk seperti bola-bola kecil (teh yang disebut gun powder).
Oolong
Proses oksidasi dihentikan di tengah-tengah antara teh hijau dan teh hitam yang biasanya memakan waktu 2-3 hari.
Teh hitam atau teh merah
Daun teh dibiarkan teroksidasi secara penuh sekitar 2 minggu hingga 1 bulan. Teh hitam merupakan jenis teh yang paling umum di Asia Selatan (India, Sri Langka, Bangladesh) dan sebagian besar negara-negara di Afrika seperti: Kenya, Burundi, Rwanda, Malawi dan Zimbabwe. Terjemahan harafiah dari aksara hanzi untuk teh bahasa Tionghoa (红茶) atau (紅茶) dalam bahasa Jepang adalah "teh merah" karena air teh sebenarnya berwarna merah. Orang Barat menyebutnya sebagai "teh hitam" karena daun teh berwarna hitam. Di Afrika Selatan, "teh merah" adalah sebutan untuk teh rooibos yang termasuk golongan teh herbal. Teh hitam masih dibagi menjadi 2 jenis: Ortodoks (teh diolah dengan metode pengolahan tradisional) atau CTC (metode produksi teh Crush, Tear, Curl yang berkembang sejak tahun 1932). Teh hitam yang belum diramu (unblended) dikelompokkan berdasarkan asal perkebunan, tahun produksi, dan periode pemetikan (awal musim semi, pemetikan kedua, atau musim gugur). Teh jenis Ortodoks dan CTS masih dibagi-bagi lagi menurut kualitas daun pasca produksi sesuai standar Orange Pekoe.
Pu-erh (Póu léi dalam bahasa Kantonis)
Teh pu-erh terdiri dari dua jenis: "mentah" dan "matang." Teh pu-erh yang masih "mentah" bisa langsung digunakan untuk dibuat teh atau disimpan beberapa waktu hingga "matang". Selama penyimpanan, teh pu-erh mengalami oksidasi mikrobiologi tahap kedua. Teh pu-erh "matang" dibuat dari daun teh yang mengalami oksidasi secara artifisial supaya menyerupai rasa teh pu-erh "mentah" yang telah lama disimpan dan mengalami proses penuaan alami. Teh pu-erh "matang" dibuat dengan mengontrol kelembaban dan temperatur daun teh mirip dengan proses pengomposan. Teh pu-erh biasanya dijual dalam bentuk padat setelah dipres menjadi seperti batu bata, piring kecil atau mangkuk. Teh pu-erh dipres agar proses oksidasi tahap kedua bisa berjalan, karena teh pu-erh yang tidak dipres tidak akan mengalami proses pematangan. Semakin lama disimpan, aroma teh pu-erh menjadi semakin enak. Teh pu-erh yang masih "mentah" kadang-kadang disimpan sampai 30 tahun bahkan 50 tahun supaya matang. Pakar bidang teh dan penggemar teh belum menemui kesepakatan soal lama penyimpanan yang dianggap optimal. Penyimpanan selama 10 hingga 15 tahun sering dianggap cukup, walaupun teh pu-erh bisa saja diminum setelah disimpan kurang dari setahun. Minuman teh pu-erh dibuat dengan merebus daun teh pu-erh di dalam air mendidih seringkali hingga lima menit. Orang Tibet mempunyai kebiasaan minum teh pu-erh yang dicampur dengan mentega dari lemak yak, gula dan garam.
Teh Kuning
Sebutan untuk teh berkualitas tinggi yang disajikan di istana kaisar atau teh yang berasal dari daun teh yang diolah seperti teh hijau tapi dengan proses pengeringan yang lebih lambat.
Kukicha
Teh kualitas rendah dari campuran tangkai daun dan daun teh yang sudah tua hasil pemetikan kedua, dan digongseng di atas wajan.
Genmaicha
Teh hijau bercampur berondong dari beras yang belum disosoh, beraroma harum dan sangat populer di Jepang.
Teh bunga
Teh hijau atau teh hitam yang diproses atau dicampur dengan bunga. Teh bunga yang paling populer adalah teh melati (Heung Pín dalam bahasa Kantonis, Hua Chá dalam bahasa Tionghoa) yang merupakan campuran teh hijau atau teh oolong yang dicampur bunga melati. Bunga-bunga lain yang sering dijadikan campuran teh adalah mawar, seroja, leci dan seruni.
(sumber http://id.wikipedia.org/wiki/Teh)
Pengolahan daun teh sering disebut sebagai "fermentasi" walaupun sebenarnya penggunaan istilah ini tidak tepat. Pemrosesan teh tidak menggunakan ragi dan tidak ada etanol yang dihasilkan seperti layaknya proses fermentasi yang sebenarnya. Pengolahan teh yang tidak benar memang bisa menyebabkan teh ditumbuhi jamur yang mengakibatkan terjadinya proses fermentasi. Teh yang sudah mengalami fermentasi dengan jamur harus dibuang, karena mengandung unsur racun dan unsur bersifat karsinogenik.
Pengelompokan teh berdasarkan tingkat oksidasi:
Teh putih
Teh yang dibuat dari pucuk daun yang tidak mengalami proses oksidasi dan sewaktu belum dipetik dilindungi dari sinar matahari untuk menghalangi pembentukan klorofil. Teh putih diproduksi dalam jumlah lebih sedikit dibandingkan teh jenis lain sehingga harga menjadi lebih mahal. Teh putih kurang terkenal di luar Tiongkok, walaupun secara perlahan-lahan teh putih dalam kemasan teh celup juga mulai populer. (http://teh-putih-indonesia.blogspot.com)
Teh hijau
Daun teh yang dijadikan teh hijau biasanya langsung diproses setelah dipetik. Setelah daun mengalami oksidasi dalam jumlah minimal, proses oksidasi dihentikan dengan pemanasan (cara tradisional Jepang dengan menggunakan uap atau cara tradisional Tiongkok dengan menggongseng di atas wajan panas). Teh yang sudah dikeringkan bisa dijual dalam bentuk lembaran daun teh atau digulung rapat berbentuk seperti bola-bola kecil (teh yang disebut gun powder).
Oolong
Proses oksidasi dihentikan di tengah-tengah antara teh hijau dan teh hitam yang biasanya memakan waktu 2-3 hari.
Teh hitam atau teh merah
Daun teh dibiarkan teroksidasi secara penuh sekitar 2 minggu hingga 1 bulan. Teh hitam merupakan jenis teh yang paling umum di Asia Selatan (India, Sri Langka, Bangladesh) dan sebagian besar negara-negara di Afrika seperti: Kenya, Burundi, Rwanda, Malawi dan Zimbabwe. Terjemahan harafiah dari aksara hanzi untuk teh bahasa Tionghoa (红茶) atau (紅茶) dalam bahasa Jepang adalah "teh merah" karena air teh sebenarnya berwarna merah. Orang Barat menyebutnya sebagai "teh hitam" karena daun teh berwarna hitam. Di Afrika Selatan, "teh merah" adalah sebutan untuk teh rooibos yang termasuk golongan teh herbal. Teh hitam masih dibagi menjadi 2 jenis: Ortodoks (teh diolah dengan metode pengolahan tradisional) atau CTC (metode produksi teh Crush, Tear, Curl yang berkembang sejak tahun 1932). Teh hitam yang belum diramu (unblended) dikelompokkan berdasarkan asal perkebunan, tahun produksi, dan periode pemetikan (awal musim semi, pemetikan kedua, atau musim gugur). Teh jenis Ortodoks dan CTS masih dibagi-bagi lagi menurut kualitas daun pasca produksi sesuai standar Orange Pekoe.
Pu-erh (Póu léi dalam bahasa Kantonis)
Teh pu-erh terdiri dari dua jenis: "mentah" dan "matang." Teh pu-erh yang masih "mentah" bisa langsung digunakan untuk dibuat teh atau disimpan beberapa waktu hingga "matang". Selama penyimpanan, teh pu-erh mengalami oksidasi mikrobiologi tahap kedua. Teh pu-erh "matang" dibuat dari daun teh yang mengalami oksidasi secara artifisial supaya menyerupai rasa teh pu-erh "mentah" yang telah lama disimpan dan mengalami proses penuaan alami. Teh pu-erh "matang" dibuat dengan mengontrol kelembaban dan temperatur daun teh mirip dengan proses pengomposan. Teh pu-erh biasanya dijual dalam bentuk padat setelah dipres menjadi seperti batu bata, piring kecil atau mangkuk. Teh pu-erh dipres agar proses oksidasi tahap kedua bisa berjalan, karena teh pu-erh yang tidak dipres tidak akan mengalami proses pematangan. Semakin lama disimpan, aroma teh pu-erh menjadi semakin enak. Teh pu-erh yang masih "mentah" kadang-kadang disimpan sampai 30 tahun bahkan 50 tahun supaya matang. Pakar bidang teh dan penggemar teh belum menemui kesepakatan soal lama penyimpanan yang dianggap optimal. Penyimpanan selama 10 hingga 15 tahun sering dianggap cukup, walaupun teh pu-erh bisa saja diminum setelah disimpan kurang dari setahun. Minuman teh pu-erh dibuat dengan merebus daun teh pu-erh di dalam air mendidih seringkali hingga lima menit. Orang Tibet mempunyai kebiasaan minum teh pu-erh yang dicampur dengan mentega dari lemak yak, gula dan garam.
Teh Kuning
Sebutan untuk teh berkualitas tinggi yang disajikan di istana kaisar atau teh yang berasal dari daun teh yang diolah seperti teh hijau tapi dengan proses pengeringan yang lebih lambat.
Kukicha
Teh kualitas rendah dari campuran tangkai daun dan daun teh yang sudah tua hasil pemetikan kedua, dan digongseng di atas wajan.
Genmaicha
Teh hijau bercampur berondong dari beras yang belum disosoh, beraroma harum dan sangat populer di Jepang.
Teh bunga
Teh hijau atau teh hitam yang diproses atau dicampur dengan bunga. Teh bunga yang paling populer adalah teh melati (Heung Pín dalam bahasa Kantonis, Hua Chá dalam bahasa Tionghoa) yang merupakan campuran teh hijau atau teh oolong yang dicampur bunga melati. Bunga-bunga lain yang sering dijadikan campuran teh adalah mawar, seroja, leci dan seruni.
(sumber http://id.wikipedia.org/wiki/Teh)
14 Desember 2009
Teh baik untuk Kesehatan Hati
New Orleans--Teh memang terkenal sebagai minuman berkhasiat. Sejak jaman dulu, orang selalu minum teh untuk menjaga kesehatannya. Selain menghilangkan dahaga teh masih menyimpan banyak rahasia. Baru-baru ini ditemukan lagi salah satu khasiat teh. Yaitu teh ternyata baik untuk kesehatan hati.
Temuan hasil penelitian yang disponsori oleh industri teh dunia ini menyimpulkan, segelas teh sangat baik untuk hati. Walaupun hasil temuan ini belum bisa mengangkat "derajat" teh sebagai makanan atau minuman kesehatan, namun penelitian yang dilakukan di Universitas Boston menemukan bahwa teh dapat membuat kerja arteri menjadi lebih baik pada orang yang mengidap penyakit hati.
Hasil penelitian tentang teh sebelumnya juga menyimpulkan bahwa orang yang biasa minum teh mempunyai resiko lebih rendah untuk terserang penyakit hati ketimbang yang jarang minum teh.
Dalam penelitian yang terbaru yang dibiayai oleh "The North America Tea Trade Health Research Association" (NATHRA) ini, meneliti beberapa orang yang minum teh secara teratur, lalu mengukur efek yang ditimbulkan pada tubuh secara cermat. Dan hasil penelitian ini dipresentasikan pada pertemuan rutin Assosiasi Hati Amerika (AHA) di New Orleans.
Penelitian ini dilakukan pada 50 orang pria dan wanita yang punya penyakti hati. Semua relawan diminta untuk minum teh sebanyak 4 sampai 8 cangkir teh setiap hari selama sebulan. Selanjutnya mereka diminta minum air putih setiap hari untuk satu bulan berikutnya.
Para peneliti menemukan aliran darah dan tekanan darah para relawan menjadi normal disaat mereka minum teh selama satu bulan. Namun, ketika mereka minum air putih selama satu bulan, tidak ada perubahan yang berarti terhadap tekanan dan aliran darah mereka.
Hasil penelitian ini sungguh menggembirakan buat kita-kita yang 'doyan' minum teh, khususnya buat yang punya penyakit hati. tapi sayangnya, para peneliti itu sendiri yang 'dikomandani' oleh Dr. Joseph A. Vita, tidak mau gegabah untuk menyarankan minum teh sebagai upaya penyembuhan penyakit hati.
"Saya minum teh karena saya yakin teh memang baik untuk kesehatan,"kata Vita. " Tapi saya dan rekan-rekan masih belum siap untuk merekomendasikan minum teh untuk perawatan hati."lanjut Vita.
Sumber: Asosiasi Teh Indonesia
Temuan hasil penelitian yang disponsori oleh industri teh dunia ini menyimpulkan, segelas teh sangat baik untuk hati. Walaupun hasil temuan ini belum bisa mengangkat "derajat" teh sebagai makanan atau minuman kesehatan, namun penelitian yang dilakukan di Universitas Boston menemukan bahwa teh dapat membuat kerja arteri menjadi lebih baik pada orang yang mengidap penyakit hati.
Hasil penelitian tentang teh sebelumnya juga menyimpulkan bahwa orang yang biasa minum teh mempunyai resiko lebih rendah untuk terserang penyakit hati ketimbang yang jarang minum teh.
Dalam penelitian yang terbaru yang dibiayai oleh "The North America Tea Trade Health Research Association" (NATHRA) ini, meneliti beberapa orang yang minum teh secara teratur, lalu mengukur efek yang ditimbulkan pada tubuh secara cermat. Dan hasil penelitian ini dipresentasikan pada pertemuan rutin Assosiasi Hati Amerika (AHA) di New Orleans.
Penelitian ini dilakukan pada 50 orang pria dan wanita yang punya penyakti hati. Semua relawan diminta untuk minum teh sebanyak 4 sampai 8 cangkir teh setiap hari selama sebulan. Selanjutnya mereka diminta minum air putih setiap hari untuk satu bulan berikutnya.
Para peneliti menemukan aliran darah dan tekanan darah para relawan menjadi normal disaat mereka minum teh selama satu bulan. Namun, ketika mereka minum air putih selama satu bulan, tidak ada perubahan yang berarti terhadap tekanan dan aliran darah mereka.
Hasil penelitian ini sungguh menggembirakan buat kita-kita yang 'doyan' minum teh, khususnya buat yang punya penyakit hati. tapi sayangnya, para peneliti itu sendiri yang 'dikomandani' oleh Dr. Joseph A. Vita, tidak mau gegabah untuk menyarankan minum teh sebagai upaya penyembuhan penyakit hati.
"Saya minum teh karena saya yakin teh memang baik untuk kesehatan,"kata Vita. " Tapi saya dan rekan-rekan masih belum siap untuk merekomendasikan minum teh untuk perawatan hati."lanjut Vita.
Sumber: Asosiasi Teh Indonesia
12 Desember 2009
Teh Hitam Ou Tea
Teh yang dalam istilah ilmiah lebih dikenal dengan nama Camellia Sinensis. Konon, tanaman Teh yang telah ditanam lebih dari 2.000 tahun lalu dan dikonsumsi oleh masyarakat China mulai abad ke-4, penyebarannya ke Jepang dilakukan oleh Pendeta Budha pada abad ke-8. Sedangkan penyebarannya ke Benua Eropa dilakukan oleh para pedagang Belanda pada abad ke-17.
Dari penelitian yang dilakukan mengatakan bahwa teh merupakan obat masa depan dalam mengatasi gangguan kesehatan tubuh. Teh juga sebagai salah satu alternatif pengobatan tradisional yang relatif murah dan sangat mudah untuk didapat. Beberapa penelitian memang membuktikan bahwa teh mempunyai khasiat yang amat penting untuk tubuh manusia, tidak hanya memberikan kesegaran, tetapi juga mencegah dan membantu mengatasi berbagai masalah kesehatan tubuh.
Proses Produksi Ou Tea:
Pucuk-pucuk daun teh varietas sinensis dipetik dan dikeringkan dengan udara hangat dan kelembaban moderat dengan suhu kurang lebih 30 derajat Celcius selama 10 - 15 jam.
Setelah itu, dimulai proses penggulungan dan oksidasi Polifenol (fermentasi) untuk mempertemukan Polifenol dengan Enzim Fenolase serta mengecilkan partikel daun.
Selanjutnya,dilakukan pengeringan secara berkesinambungan dengan suhu 90 derajat Celcius (Inlet) agar terjadi perubahan warna dari coklat keemasan menjadi hitam dengan kandungan air 3% sehingga menghentikan aktivitas enzim dan memperpanjang umur simpan serta menghasilkan aroma yang spesifik.
Zat-zat yang terkandung dalam Ou Tea ini sangat berperan dalam proses Pencegahan dan Pemulihan Kesehatan:
Para perokok yang biasa minum Ou Tea, akan terjadi perbaikan morfologik sel epitel mukosa, menghambat infeksi tenggorokan dan mengurangi resiko terkena kanker paru-paru.
Kebiasaan minum Ou Tea, sedikitnya 2 cangkir setiap hari dapat mencegah kanker saluran kemih dan kanker usus, juga dapat menurunkan angka serangan diare.
Bagi wanita yang sedang haid, akan terhindar dari rasa sakit, bahkan bisa lebih teratur.
Bagi yang diet, Ou Tea mampu menetralisir lemak dalam makanan.
Dari penelitian yang dilakukan mengatakan bahwa teh merupakan obat masa depan dalam mengatasi gangguan kesehatan tubuh. Teh juga sebagai salah satu alternatif pengobatan tradisional yang relatif murah dan sangat mudah untuk didapat. Beberapa penelitian memang membuktikan bahwa teh mempunyai khasiat yang amat penting untuk tubuh manusia, tidak hanya memberikan kesegaran, tetapi juga mencegah dan membantu mengatasi berbagai masalah kesehatan tubuh.
Proses Produksi Ou Tea:
Pucuk-pucuk daun teh varietas sinensis dipetik dan dikeringkan dengan udara hangat dan kelembaban moderat dengan suhu kurang lebih 30 derajat Celcius selama 10 - 15 jam.
Setelah itu, dimulai proses penggulungan dan oksidasi Polifenol (fermentasi) untuk mempertemukan Polifenol dengan Enzim Fenolase serta mengecilkan partikel daun.
Selanjutnya,dilakukan pengeringan secara berkesinambungan dengan suhu 90 derajat Celcius (Inlet) agar terjadi perubahan warna dari coklat keemasan menjadi hitam dengan kandungan air 3% sehingga menghentikan aktivitas enzim dan memperpanjang umur simpan serta menghasilkan aroma yang spesifik.
Zat-zat yang terkandung dalam Ou Tea ini sangat berperan dalam proses Pencegahan dan Pemulihan Kesehatan:
- Tanin Teaflavin dan Tanin Tearubigin (sejenis Asid Amino) memiliki antioksidan yang berfungsi sebagai pengikat unsur logam berbahaya di dalam tubuh. Melancarkan proses pencernaan sekaligus mampu menetralisasi lemak dalam makanan.
- Polifenol yang berperan besar dalam pencegahan berbagai penyakit. Polifenol 100 kali lebih efektif dari vitamin C dan 25 kali lebih efektif dari vitamin E, dan berfungsi menetralisir radikal bebas, sehingga memungkinkan mencegah serangan jantung dan kanker juga menormalkan hyperfunction serta kelenjar gondok. Archie of Internal Medicine; menyebutkan pula bahwa Polifenol juga berperan sebagai pencegah kolesterol jahat (LDL = Low Density Lipoprotein).
- Flavonoid berfungsi sebagai senyawa alamiah yang dapat membentuk sifat antibiotik, antiradang dan antioksidan. Serta mampu menghambat penggumpalan sel - sel platelet darah sehingga mencegah penyumbatan pembuluh darah pada penyakit jantung koroner dan stroke. (John Folts, Direktur Sekolah Medis Universitas Wisconsin, AS).
- Pigmen/Katekin merupakan antioksidan yang sama kuatnya dengan beta-karoten dan layak pula mendapatkan reputasi sebagai pelindung jantung. (Jean Carper di dalam The Food Pharmacy), dalam penelitiannya membuktikan katekin dapat memperkuat dinding pembuluh kapiler dan memperlambat proses aterosklerosis. Kandungan Katekin dapat pula membunuh Helicobar Pylori, bakteri pemicu kanker lambung.
- Magnesium, mengatur jumlah kalsium yang masuk ke dalam sel tubuh.
- Fluoride, menjaga kesehatan gigi dan gusi serta berperan dalam metabolisme tulang, melawan osteoporosis.
- Vitamin E, bertindak sebagai antioksidan.
- Vitamin K, sebagai proses pembekuan darah dan proses metabolisme tulang.
Para perokok yang biasa minum Ou Tea, akan terjadi perbaikan morfologik sel epitel mukosa, menghambat infeksi tenggorokan dan mengurangi resiko terkena kanker paru-paru.
Kebiasaan minum Ou Tea, sedikitnya 2 cangkir setiap hari dapat mencegah kanker saluran kemih dan kanker usus, juga dapat menurunkan angka serangan diare.
Bagi wanita yang sedang haid, akan terhindar dari rasa sakit, bahkan bisa lebih teratur.
Bagi yang diet, Ou Tea mampu menetralisir lemak dalam makanan.
10 Desember 2009
Teh Bisa Cegah Penyakit Degeneratif
Menurut Prof Dr Ali Khomsan, Guru Besar Departemen Gizi Masyarakat dan Sumber Daya Keluarga Institut Pertanian Bogor (IPB), teh berasal dari bahasa China, yaitu tay. Bangsa China mengenal teh sejak 2700 SM kemudian orang Jepang mulai mengembangkan penanaman teh sejak 800 M serta menjadikannya sebagai bagian tradisi sosial dan agama.
Tanaman teh dapat tumbuh di daerah tropis dan subtropis dengan curah hujan tidak kurang dari 1500 mm. ''Tanaman teh memerlukan kelembaban tinggi dengan temperatur udara 13-29,5 derajat C sehingga tanaman ini tumbuh baik di dataran tinggi dan pegunungan berhawa sejuk.''
Pendapat yang sama datang dari dr Ekky M Rahardja MS, spesialis gizi medis RS Graha Medika.
''Masyarakat China, Himalaya, ataupun Tibet memiliki kebiasaan atau tradisi minum teh setiap hari. Budaya ini juga terdapat di Jepang. Manfaat teh memang cukup banyak dan aman dikonsumsi,'' kata Ekky. Sepanjang tahun, lanjutnya, tidak pernah ada laporan orang keracunan teh.
Ali menjelaskan terdapat beberapa jenis teh, antara lain teh hijau dan teh hitam. Teh hijau adalah teh berasal dari pucuk daun teh yang sebelumnya mengalami pemanasan dengan uap air untuk menonaktifkan enzim-enzim yang terdapat dalam daun teh, kemudian digulung dan dikeringkan.
Sedangkan teh hitam dibuat dari pucuk daun teh segar yang dibiarkan menjadi layu sebelum digulung, kemudian dipanaskan dan dikeringkan. Teh hitam disebut juga teh fermentasi.
Daun teh mengandung tiga komponen penting yang memengaruhi mutu minuman, yaitu kafein yang memberikan efek stimulan, tannin memberi kekuatan rasa (ketir) dan polifenol yang memiliki khasiat kesehatan.
''Polifenol adalah antioksidan yang kekuatannya 100 kali lebih efektif dibandingkan vitamin C dan 25 kali lebih tinggi dibandingkan vitamin E,'' kata Prof Ali.
Polifenol juga bermanfaat untuk mencegah radikal bebas yang merusak DNA dan menghentikan perkembangbiakan sel-sel liar (kanker). ''Untuk mengambil khasiat antioksidan dari teh dianjurkan agar kita menyeduh teh dalam air hangat selama tiga menit.''
Tannin dalam teh yang menimbulkan rasa agak sepat diketahui dapat menghambat penyerapan mineral besi. Itulah sebabnya wanita hamil dianjurkan untuk tidak terlalu sering minum teh guna menghindari risiko anemia (kurang darah).
Baik untuk jantung
Teh juga mengandung katekin tinggi. Aktivitas polifenol maupun katekin sebagai antioksidan untuk mencegah radikal bebas dapat mengurangi kerusakan sel sehingga proses penuaan menjadi lebih lambat.
''Orang tua zaman dulu sering menganjurkan agar kita tiap pagi selalu mencuci muka dengan air teh yang telah direndam semalam (teh wayu). Peresapan air teh melalui pori-pori wajah kita diyakini akan membuat kulit muka selalu kelihatan kencang dan bersinar sehingga memberi kesan awet muda,'' kata Ali.
Teh adalah minuman pengulur usia. Studi di Norwegia menunjukkan bahwa mereka yang rajin minum teh minimal secangkir sehari akan dapat menekan angka kematian. Penelitian lainnya dengan subjek manusia usia lanjut (manula) di Belanda menghasilkan temuan bahwa risiko kematian akibat penyakit jantung menurun seiring dengan kebiasaan minum teh.
Hal ini juga telah dibuktikan sendiri pada masyarakat China yang memiliki usia lebih dari 100 tahun. ''Di Indonesia usia 50 tahun meninggal dianggap biasa. Apalagi meninggalnya karena penyakit degeneratif. Teh merupakan salah satu cara untuk mencegah penyakit degenaratif,'' kata Ekky.
Teh memang bermanfaat buat kesehatan karena mekanisme kerjanya menghambat penumpukan plak di arteri sehingga mengurangi risiko penyakit jantung koroner. Para peminum teh juga mempunyai arteri yang lebih muda dan kurang rusak. Arteri yang rapuh akan mempermudah penumpukan kolestrol yang menyumbat pembuluh darah.
Oleh sebab itu, lanjut Ekky, sering kali orang minum teh untuk menurunkan kolestrol di dalam tubuh, dan ada kaitannya dengan fungsi sebagai pelangsing tubuh.
''Karena teh sendiri mengandung zat untuk menghambat penumpukan kolestrol dan mengurangi lemak jahat di dalam darah. Lebih dianjurkan bila minum teh jangan dicampur dengan gula. Karena gula akan menghambat bahan aktif di dalam teh tersebut.''
Teh juga akan menetralisasi nitrosamin (penghancur sel) yang berasal dari daging olahan yang diawetkan dan menangkal HCA (amina heterosiklik). ''Bila kita memasak daging, terbentuklah senyawa HCA. HCA adalah zat penyebab mutasi yang dapat merangsang munculnya radikal bebas dan secara luas merusak DNA sel-sel tubuh manusia,'' kata Ali.
Berbagai percobaan pada binatang menunjukkan HCA menyebabkan kanker usus besar, payudara, pankreas, hati, dan kandung kemih.
HCA disinyalir bertanggung jawab terhadap meningkatnya insiden kanker payudara dan usus besar pada wanita di Amerika. Kekuatan antioksidan pada teh akan mencegah efek buruk HCA.
Teh adalah sup kimiawi yang kaya antioksidan. Kegiatan antioksidan dalam darah para peminum teh meningkat 41-48% setelah 50 menit minum teh hitam.
Minum teh secangkir dua cangkir sehari kiranya memadai untuk mendapatkan manfaat positif antioksidan. Menurut Ali, sebuah studi di Shanghai, China, membuktikan teh memberikan perlindungan terhadap munculnya kanker esophageal.''Manfaat ini akan lebih besar lagi apabila kita bukan perokok dan bukan peminum minuman keras.
Senyawa-senyawa dalam teh juga mampu melawan kegiatan bakteri tertentu yang menyebabkan kerusakan jaringan gusi dan tanggalnya gusi. Bakteri streptokokus mutans yang menyebabkan pembusukan gigi.
Untuk itu, Ekky menyarankan dalam minum teh sebaiknya tidak langsung ditelan. ''Melainkan saat minum teh langsung kumur-kumur sebentar kemudian ditelan. Karena teh juga mengandung flouride seperti halnya pasta gigi yang berfungsi untuk kesehatan gigi dan gusi.'' (Nda/V-1)
Tanaman teh dapat tumbuh di daerah tropis dan subtropis dengan curah hujan tidak kurang dari 1500 mm. ''Tanaman teh memerlukan kelembaban tinggi dengan temperatur udara 13-29,5 derajat C sehingga tanaman ini tumbuh baik di dataran tinggi dan pegunungan berhawa sejuk.''
Pendapat yang sama datang dari dr Ekky M Rahardja MS, spesialis gizi medis RS Graha Medika.
''Masyarakat China, Himalaya, ataupun Tibet memiliki kebiasaan atau tradisi minum teh setiap hari. Budaya ini juga terdapat di Jepang. Manfaat teh memang cukup banyak dan aman dikonsumsi,'' kata Ekky. Sepanjang tahun, lanjutnya, tidak pernah ada laporan orang keracunan teh.
Ali menjelaskan terdapat beberapa jenis teh, antara lain teh hijau dan teh hitam. Teh hijau adalah teh berasal dari pucuk daun teh yang sebelumnya mengalami pemanasan dengan uap air untuk menonaktifkan enzim-enzim yang terdapat dalam daun teh, kemudian digulung dan dikeringkan.
Sedangkan teh hitam dibuat dari pucuk daun teh segar yang dibiarkan menjadi layu sebelum digulung, kemudian dipanaskan dan dikeringkan. Teh hitam disebut juga teh fermentasi.
Daun teh mengandung tiga komponen penting yang memengaruhi mutu minuman, yaitu kafein yang memberikan efek stimulan, tannin memberi kekuatan rasa (ketir) dan polifenol yang memiliki khasiat kesehatan.
''Polifenol adalah antioksidan yang kekuatannya 100 kali lebih efektif dibandingkan vitamin C dan 25 kali lebih tinggi dibandingkan vitamin E,'' kata Prof Ali.
Polifenol juga bermanfaat untuk mencegah radikal bebas yang merusak DNA dan menghentikan perkembangbiakan sel-sel liar (kanker). ''Untuk mengambil khasiat antioksidan dari teh dianjurkan agar kita menyeduh teh dalam air hangat selama tiga menit.''
Tannin dalam teh yang menimbulkan rasa agak sepat diketahui dapat menghambat penyerapan mineral besi. Itulah sebabnya wanita hamil dianjurkan untuk tidak terlalu sering minum teh guna menghindari risiko anemia (kurang darah).
Baik untuk jantung
Teh juga mengandung katekin tinggi. Aktivitas polifenol maupun katekin sebagai antioksidan untuk mencegah radikal bebas dapat mengurangi kerusakan sel sehingga proses penuaan menjadi lebih lambat.
''Orang tua zaman dulu sering menganjurkan agar kita tiap pagi selalu mencuci muka dengan air teh yang telah direndam semalam (teh wayu). Peresapan air teh melalui pori-pori wajah kita diyakini akan membuat kulit muka selalu kelihatan kencang dan bersinar sehingga memberi kesan awet muda,'' kata Ali.
Teh adalah minuman pengulur usia. Studi di Norwegia menunjukkan bahwa mereka yang rajin minum teh minimal secangkir sehari akan dapat menekan angka kematian. Penelitian lainnya dengan subjek manusia usia lanjut (manula) di Belanda menghasilkan temuan bahwa risiko kematian akibat penyakit jantung menurun seiring dengan kebiasaan minum teh.
Hal ini juga telah dibuktikan sendiri pada masyarakat China yang memiliki usia lebih dari 100 tahun. ''Di Indonesia usia 50 tahun meninggal dianggap biasa. Apalagi meninggalnya karena penyakit degeneratif. Teh merupakan salah satu cara untuk mencegah penyakit degenaratif,'' kata Ekky.
Teh memang bermanfaat buat kesehatan karena mekanisme kerjanya menghambat penumpukan plak di arteri sehingga mengurangi risiko penyakit jantung koroner. Para peminum teh juga mempunyai arteri yang lebih muda dan kurang rusak. Arteri yang rapuh akan mempermudah penumpukan kolestrol yang menyumbat pembuluh darah.
Oleh sebab itu, lanjut Ekky, sering kali orang minum teh untuk menurunkan kolestrol di dalam tubuh, dan ada kaitannya dengan fungsi sebagai pelangsing tubuh.
''Karena teh sendiri mengandung zat untuk menghambat penumpukan kolestrol dan mengurangi lemak jahat di dalam darah. Lebih dianjurkan bila minum teh jangan dicampur dengan gula. Karena gula akan menghambat bahan aktif di dalam teh tersebut.''
Teh juga akan menetralisasi nitrosamin (penghancur sel) yang berasal dari daging olahan yang diawetkan dan menangkal HCA (amina heterosiklik). ''Bila kita memasak daging, terbentuklah senyawa HCA. HCA adalah zat penyebab mutasi yang dapat merangsang munculnya radikal bebas dan secara luas merusak DNA sel-sel tubuh manusia,'' kata Ali.
Berbagai percobaan pada binatang menunjukkan HCA menyebabkan kanker usus besar, payudara, pankreas, hati, dan kandung kemih.
HCA disinyalir bertanggung jawab terhadap meningkatnya insiden kanker payudara dan usus besar pada wanita di Amerika. Kekuatan antioksidan pada teh akan mencegah efek buruk HCA.
Teh adalah sup kimiawi yang kaya antioksidan. Kegiatan antioksidan dalam darah para peminum teh meningkat 41-48% setelah 50 menit minum teh hitam.
Minum teh secangkir dua cangkir sehari kiranya memadai untuk mendapatkan manfaat positif antioksidan. Menurut Ali, sebuah studi di Shanghai, China, membuktikan teh memberikan perlindungan terhadap munculnya kanker esophageal.''Manfaat ini akan lebih besar lagi apabila kita bukan perokok dan bukan peminum minuman keras.
Senyawa-senyawa dalam teh juga mampu melawan kegiatan bakteri tertentu yang menyebabkan kerusakan jaringan gusi dan tanggalnya gusi. Bakteri streptokokus mutans yang menyebabkan pembusukan gigi.
Untuk itu, Ekky menyarankan dalam minum teh sebaiknya tidak langsung ditelan. ''Melainkan saat minum teh langsung kumur-kumur sebentar kemudian ditelan. Karena teh juga mengandung flouride seperti halnya pasta gigi yang berfungsi untuk kesehatan gigi dan gusi.'' (Nda/V-1)
11 Desember 2008
Teh Hitam Penyembuh Lever
Ada kesamaan antara teh dan ecenggondok. Bukan pada sosoknya, tetapi keduanya didatangkan ke Indonesia sebagai tanaman hias. Yang pertama kali membawa biji teh ke nusantara adalah Dr Andreas Cleyer, ahli botani, pada 1684. Rekannya, dr Van Siebold-ahli bedah berkebangsaan Belanda-yang pernah belajar di Jepang, menuturkan teh sebagai minuman kesegaran. Nasib kedua tanaman itu memang berbeda. Ecenggondok didakwa sebagai gulma air; teh, minuman kesegaran dan obat.
Teh sebagai minuman, banyak yang mafhum. Teh sebagai obat? Boleh jadi sedikit yang tahu. Banyak bukti ilmiah yang mendukung bahwa daun Chamellia sinensis itu berkhasiat obat. Simak riset Ethan Basch, MD, peneliti dari Massachusetts College of Pharmacy, Amerika Serikat. Ethan tidak meneliti sembarang teh, tetapi hanya teh hitam dari pucuk tanaman anggota famili Theaceae itu. Riset pada 2006 itu membuktikan teh hitam menstimulasi sistem saraf pusat, memberikan efek menenangkan, meningkatkan detak jantung, dan diuretik.
Saraf pusat yang terangsang sistem pengendali irama dan gerak fisik menjadi terkendali. Dampaknya, pengaturan serapan nutrisi lebih baik. Daunnya kaya polifenol, tanin, mineral, vitamin, dan antioksidan. Yang disebut terakhir membantu kerja lever lebih efektif, sehingga tingkat metabolisme jadi lebih cepat. Akibatnya proses penyembuhan penyakit pun lebih optimal.
Itulah yang dialami Ekawati Faziah di Gemoh, Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah. Sejak 1990 ia menderita penyakit akibat infeksi virus itu. Saat itu, Eka sangat sibuk. Sebagai ibu 6 anak sekaligus guru Taman Kanak-kanak tenaganya tersita setiap hari. Perempuan kelahiran Banyumas 49 tahun silam itu juga mengelola toko busana.
Kesibukan itu kerap menyebabkan, makan tidak teratur dan kurang minum. Sementara aktivitas sehari-hari menuntut stamina prima. Ia kerap mengabaikan nyeri perut kanannya. Namun, lama-kelamaan nyeri itu menyiksa. 'Rasanya sakit sekali, seperti ditusuk ribuan jarum,' kata Eka melukiskan.Sembuh & kambuh
Dokter yang ia datangi mendiagnosis gangguan empedu. 'Yang sakit kan perut kanan bagian dalam, kemungkinan empedunya terganggu,' ujar Eka mengutip perkataan dokter. Setelah rutin mengkonsumsi obat resep dokter, rasa nyeri kadang berkurang. Namun, kondisi tubuhnya tak membaik bahkan lebih parah. Tubuh terasa lesu. Selain itu, perut juga mual sehingga enggan makan. Meski begitu, ia tetap mengkonsumsi obat dari dokter selama dua tahun.
Sayangnya, tanda-tanda kesembuhan belum juga datang. Oleh karena itu ia menuruti saran keluarga untuk mengecek kesehatan ke sinshe. 'Empedu tidak bermasalah, yang bermasalah justru lever,' Eka mengulang perkataan sinshe di Temanggung. Sinshe meresepkan sebuah ramuan berbahan baku mahkota dewa, mimba, sambiloto, temulawak, dan pegagan. Semuanya direbus dalam air dan diminum 3 kali sehari.
Sebulan berselang, rasa sakit hilang. Tubuh pun bertenaga kembali. Oleh sinshe, Eka dinyatakan sembuh. Namun, 2 tahun setelah itu levernya kambuh lagi. Itu bermula pada 1994 pascamelahirkan anak ke-8. Anak ke-7 baru lahir setahun sebelumnya. Wajar jika kesibukannya bertambah. Ia kerap merasa lemas dan pusing. Ketika dibonceng anaknya ke toko, ia terjatuh dari motor 'Badan lemas, pandangan juga berkunang-kunang,' katanya. Hasil pemeriksaan dokter, tekanan darahnya hanya 70/80 mmHg; normal 120/80 mmHg. Kadar Hb dalam darah pun hanya 7 mg/dl, padahal normalnya 12 mg/dl.
Pemeriksaan itu juga menunjukkan lever Eka lagi-lagi bermasalah karena membengkak sekaligus komplikasi mag, jantung, dan ginjal. Kondisi itu memaksa wanita kelahiran 1958 itu beristirahat total selama 5 bulan, sampai-sampai toko busananya ditutup. Praktis selama kurun waktu itu Eka tidak beraktivitas. 'Rasanya membosankan sekali, karena biasanya aktif,' katanya. Meski kondisi kian parah tapi ia enggan mengkonsumsi obat dokter.
Putri sulungnya, Ryan Huria Latifah, menawarkan serbuk teh hitam. Setiap pagi, siang, dan malam, setengah sendok teh bubuk teh hitam diseduh dalam segelas air panas. Hari pertama mengkonsumsi teh hitam menimbulkan efek diare. Keringat keluar membanjiri tubuh. 'Tapi terus saya minum karena menurut anak saya reaksi awalnya memang begitu,' kata Eka. Setelah sepekan rutin mengkonsumsi teh hitam, tubuh kembali bertenaga. Mual dan pusing tidak lagi terasa. Hasil pemeriksaan dokter sebuah klinik menunjukkan, levernya kembali normal.
Beragam penyakit lain, seperti darah rendah dan mag juga sirna. Sebulan setelah mengkonsumsi teh herbal, Eka sanggup menempuh perjalanan Temanggung-Solo dengan mengendarai motor. 'Tidak terasa lelah sama sekali,' katanya. Itu perubahan besar baginya. Penampilannya pun lebih segar dengan bobot tubuh bertambah dari 44 kg menjadi 49 kg.Katekin
Menurut Prof Dr Maximilian, M.D.,PhD, dokter sekaligus konsultan kesehatan dan accupressurist di Solo, mayoritas penderita kerusakan hati karena infeksi virus hepatitis kronik (B atau C) dan kebiasaan mengkonsumsi minuman beralkohol. Dapat pula akibat infeksi lain berupa obat, racun, dan autoimun. Menurut Hj Sarah Kristanti, herbalis di Bandung, Jawa Barat, sebagian pasien (10%) yang terinfeksi virus hepatitis B tidak dapat sembuh total. Jika penyakitnya menjadi kronik akan berlanjut menjadi sirosis.
Maximilian mengatakan, konsumsi teh hitam memperbaiki sel-sel tubuh sehingga metabolisme meningkat. Akibatnya, antibodi dalam tubuh naik, penyakit pun dapat dengan mudah diatasi. 'Tetapi jangan sembarangan minum teh hitam,' ujar alumnus Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada itu mengingatkan. Sebaiknya minumlah teh hitam yang sudah difermentasi. Proses fermentasi mampu mengaktifkan 450 senyawa alamiah yang ada dalam teh. 'Semua senyawa itu berperan dalam meningkatkan daya tahan tubuh,' katanya.
Salah satu senyawa dalam daun teh yang paling sohor adalah katekin. Katekin adalah antioksidan yang kuat, lebih kuat daripada vitamin E, vitamin C, dan betakaroten. Dalam teh terdapat beragam katekin: yaitu epigallo katekin-gallate (EGCC), epigallokatekin (EGC), epikatekin-gallate (ECG), gallokatekin, dan katekin. Selain katekin, teh juga mengandung flavonoid, fluoride, magnesium, vitamin E, dan vitamin K. Semua senyawa aktif itu mampu mencegah dan mengatasi berbagai macam penyakit bila teh dikonsumsi secara kontinu. (Lani Marliani)
Sumber: http://www.trubus-online.com/mod.php?mod=publisher&op=viewarticle&cid=11&artid=51
Teh sebagai minuman, banyak yang mafhum. Teh sebagai obat? Boleh jadi sedikit yang tahu. Banyak bukti ilmiah yang mendukung bahwa daun Chamellia sinensis itu berkhasiat obat. Simak riset Ethan Basch, MD, peneliti dari Massachusetts College of Pharmacy, Amerika Serikat. Ethan tidak meneliti sembarang teh, tetapi hanya teh hitam dari pucuk tanaman anggota famili Theaceae itu. Riset pada 2006 itu membuktikan teh hitam menstimulasi sistem saraf pusat, memberikan efek menenangkan, meningkatkan detak jantung, dan diuretik.
Saraf pusat yang terangsang sistem pengendali irama dan gerak fisik menjadi terkendali. Dampaknya, pengaturan serapan nutrisi lebih baik. Daunnya kaya polifenol, tanin, mineral, vitamin, dan antioksidan. Yang disebut terakhir membantu kerja lever lebih efektif, sehingga tingkat metabolisme jadi lebih cepat. Akibatnya proses penyembuhan penyakit pun lebih optimal.
Itulah yang dialami Ekawati Faziah di Gemoh, Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah. Sejak 1990 ia menderita penyakit akibat infeksi virus itu. Saat itu, Eka sangat sibuk. Sebagai ibu 6 anak sekaligus guru Taman Kanak-kanak tenaganya tersita setiap hari. Perempuan kelahiran Banyumas 49 tahun silam itu juga mengelola toko busana.
Kesibukan itu kerap menyebabkan, makan tidak teratur dan kurang minum. Sementara aktivitas sehari-hari menuntut stamina prima. Ia kerap mengabaikan nyeri perut kanannya. Namun, lama-kelamaan nyeri itu menyiksa. 'Rasanya sakit sekali, seperti ditusuk ribuan jarum,' kata Eka melukiskan.Sembuh & kambuh
Dokter yang ia datangi mendiagnosis gangguan empedu. 'Yang sakit kan perut kanan bagian dalam, kemungkinan empedunya terganggu,' ujar Eka mengutip perkataan dokter. Setelah rutin mengkonsumsi obat resep dokter, rasa nyeri kadang berkurang. Namun, kondisi tubuhnya tak membaik bahkan lebih parah. Tubuh terasa lesu. Selain itu, perut juga mual sehingga enggan makan. Meski begitu, ia tetap mengkonsumsi obat dari dokter selama dua tahun.
Sayangnya, tanda-tanda kesembuhan belum juga datang. Oleh karena itu ia menuruti saran keluarga untuk mengecek kesehatan ke sinshe. 'Empedu tidak bermasalah, yang bermasalah justru lever,' Eka mengulang perkataan sinshe di Temanggung. Sinshe meresepkan sebuah ramuan berbahan baku mahkota dewa, mimba, sambiloto, temulawak, dan pegagan. Semuanya direbus dalam air dan diminum 3 kali sehari.
Sebulan berselang, rasa sakit hilang. Tubuh pun bertenaga kembali. Oleh sinshe, Eka dinyatakan sembuh. Namun, 2 tahun setelah itu levernya kambuh lagi. Itu bermula pada 1994 pascamelahirkan anak ke-8. Anak ke-7 baru lahir setahun sebelumnya. Wajar jika kesibukannya bertambah. Ia kerap merasa lemas dan pusing. Ketika dibonceng anaknya ke toko, ia terjatuh dari motor 'Badan lemas, pandangan juga berkunang-kunang,' katanya. Hasil pemeriksaan dokter, tekanan darahnya hanya 70/80 mmHg; normal 120/80 mmHg. Kadar Hb dalam darah pun hanya 7 mg/dl, padahal normalnya 12 mg/dl.
Pemeriksaan itu juga menunjukkan lever Eka lagi-lagi bermasalah karena membengkak sekaligus komplikasi mag, jantung, dan ginjal. Kondisi itu memaksa wanita kelahiran 1958 itu beristirahat total selama 5 bulan, sampai-sampai toko busananya ditutup. Praktis selama kurun waktu itu Eka tidak beraktivitas. 'Rasanya membosankan sekali, karena biasanya aktif,' katanya. Meski kondisi kian parah tapi ia enggan mengkonsumsi obat dokter.
Putri sulungnya, Ryan Huria Latifah, menawarkan serbuk teh hitam. Setiap pagi, siang, dan malam, setengah sendok teh bubuk teh hitam diseduh dalam segelas air panas. Hari pertama mengkonsumsi teh hitam menimbulkan efek diare. Keringat keluar membanjiri tubuh. 'Tapi terus saya minum karena menurut anak saya reaksi awalnya memang begitu,' kata Eka. Setelah sepekan rutin mengkonsumsi teh hitam, tubuh kembali bertenaga. Mual dan pusing tidak lagi terasa. Hasil pemeriksaan dokter sebuah klinik menunjukkan, levernya kembali normal.
Beragam penyakit lain, seperti darah rendah dan mag juga sirna. Sebulan setelah mengkonsumsi teh herbal, Eka sanggup menempuh perjalanan Temanggung-Solo dengan mengendarai motor. 'Tidak terasa lelah sama sekali,' katanya. Itu perubahan besar baginya. Penampilannya pun lebih segar dengan bobot tubuh bertambah dari 44 kg menjadi 49 kg.Katekin
Menurut Prof Dr Maximilian, M.D.,PhD, dokter sekaligus konsultan kesehatan dan accupressurist di Solo, mayoritas penderita kerusakan hati karena infeksi virus hepatitis kronik (B atau C) dan kebiasaan mengkonsumsi minuman beralkohol. Dapat pula akibat infeksi lain berupa obat, racun, dan autoimun. Menurut Hj Sarah Kristanti, herbalis di Bandung, Jawa Barat, sebagian pasien (10%) yang terinfeksi virus hepatitis B tidak dapat sembuh total. Jika penyakitnya menjadi kronik akan berlanjut menjadi sirosis.
Maximilian mengatakan, konsumsi teh hitam memperbaiki sel-sel tubuh sehingga metabolisme meningkat. Akibatnya, antibodi dalam tubuh naik, penyakit pun dapat dengan mudah diatasi. 'Tetapi jangan sembarangan minum teh hitam,' ujar alumnus Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada itu mengingatkan. Sebaiknya minumlah teh hitam yang sudah difermentasi. Proses fermentasi mampu mengaktifkan 450 senyawa alamiah yang ada dalam teh. 'Semua senyawa itu berperan dalam meningkatkan daya tahan tubuh,' katanya.
Salah satu senyawa dalam daun teh yang paling sohor adalah katekin. Katekin adalah antioksidan yang kuat, lebih kuat daripada vitamin E, vitamin C, dan betakaroten. Dalam teh terdapat beragam katekin: yaitu epigallo katekin-gallate (EGCC), epigallokatekin (EGC), epikatekin-gallate (ECG), gallokatekin, dan katekin. Selain katekin, teh juga mengandung flavonoid, fluoride, magnesium, vitamin E, dan vitamin K. Semua senyawa aktif itu mampu mencegah dan mengatasi berbagai macam penyakit bila teh dikonsumsi secara kontinu. (Lani Marliani)
Sumber: http://www.trubus-online.com/mod.php?mod=publisher&op=viewarticle&cid=11&artid=51
09 Desember 2008
Hati-Hati Dengan Teh Celup
Buat yang pernah berkunjung ke pabrik kertas/pulp, mungkin tahu bahwa chlorine adalah senyawa kimia yang sangat jahat dengan lingkungan dan manusia, khususnya dapat menyerang syaraf dsb! Dari kejauhan pabrik mudah dilihat jika ada asap berwarna kuning yang mengepul dari pabrik, itu bukan asap biasa tapi chlorine gas.
Makanya industri ini mendapat serangan hebat dari LSM lingkungan karena hal di atas disamping juga masalah kehutanan. Kertas terbuat dari bubur pulp yang berwarna coklat tua kehitaman. Agar serat berwarna putih, diperlukan sejenis bahan pengelantang (sejenis detergen) senyawa chlorine yang kekuatan sangat keras sekali!
Kertas sama dengan kain, karena memiliki serat. Kalau anda mau uji benar tidaknya, silahkan coba nanti malam bawa tissue ke Studio East, lihatlah tissue akan mengeluarkan cahaya saat kena sinar ultraviolet dari lampu disco! Berarti masih mengandung chlorine tinggi.
Kalau di negara maju, produk ini harus melakukan proses Neutralization dgn biaya cukup mahal agar terbebas dari chlorine dan dapet label kesehatan.
Tissue atau kertas makanan dari negara maju yang dapet label Depkesnya tidak bakalan mengeluarkan cahaya tsb saat kena UV. Kertas rokok, samimawon (sama saja! Bahasa Jawa-Red)), bahkan ada calsium carbonat agar daya bakarnya sama dengan tembakau dan akan terurai jadi CO saat dibakar. Di Indonesia tidak ada yang kontrol, jadi harap berhati-hati.
Minumlah Teh, Bukan Klorin...
Saran:
Minumlah Teh, Bukan Klorin... Anda gemar minum teh? Dan, sebagai manusia modern Anda tentu suka segala sesuatu yang praktis, kan? Nah, Anda tentu sering minum teh menggunakan teh celup. Murah, Praktis, Beraroma! Selain karena suka rasa teh, mungkin Anda minum teh karena yakin akan berbagai khasiat teh.
NAMUN, apa Anda terbiasa mencelupkan kantong teh celup berlama-lama?
Mungkin, pikir Anda, semakin lama kantong teh dicelupkan dalam air panas, makin banyak khasiat teh tertinggal dalam minuman teh... Padahal, yang terjadi justru sama sekali berbeda! Kandungan zat klorin di kantong kertas teh celup akan larut.
Apalagi jika Anda mencelupkan kantong teh lebih dari 3 - 5 menit.
Klorin atau chlorine, zat kimia yang lazim digunakan dalam industri kertas. Fungsinya, disinfektan kertas, hingga kertas bebas dari bakteri pembusuk dan tahan lama. Selain itu, kertas dengan klorin memang tampak lebih bersih. Karena disinfektan, klorin dalam jumlah besar tentu berbahaya. Tak jauh beda dari racun serangga. Banyak penelitian mencurigai kaitan antara asupan klorin dalam tubuh manusia dengan kemandulan pada pria, bayi lahir cacat, mental terbelakang, dan kanker.
Nah, mulai sekarang, jangan biarkan teh celup Anda tercelup lebih dari 3 menit. Atau, kembali ke cara yang sedikit repot, gunakan teh biasa. Atau teh kesehatan yang tidak berbentuk teh celup (butiran, irisan, atau daun teh asli).
Makanya industri ini mendapat serangan hebat dari LSM lingkungan karena hal di atas disamping juga masalah kehutanan. Kertas terbuat dari bubur pulp yang berwarna coklat tua kehitaman. Agar serat berwarna putih, diperlukan sejenis bahan pengelantang (sejenis detergen) senyawa chlorine yang kekuatan sangat keras sekali!
Kertas sama dengan kain, karena memiliki serat. Kalau anda mau uji benar tidaknya, silahkan coba nanti malam bawa tissue ke Studio East, lihatlah tissue akan mengeluarkan cahaya saat kena sinar ultraviolet dari lampu disco! Berarti masih mengandung chlorine tinggi.
Kalau di negara maju, produk ini harus melakukan proses Neutralization dgn biaya cukup mahal agar terbebas dari chlorine dan dapet label kesehatan.
Tissue atau kertas makanan dari negara maju yang dapet label Depkesnya tidak bakalan mengeluarkan cahaya tsb saat kena UV. Kertas rokok, samimawon (sama saja! Bahasa Jawa-Red)), bahkan ada calsium carbonat agar daya bakarnya sama dengan tembakau dan akan terurai jadi CO saat dibakar. Di Indonesia tidak ada yang kontrol, jadi harap berhati-hati.
Minumlah Teh, Bukan Klorin...
Saran:
Minumlah Teh, Bukan Klorin... Anda gemar minum teh? Dan, sebagai manusia modern Anda tentu suka segala sesuatu yang praktis, kan? Nah, Anda tentu sering minum teh menggunakan teh celup. Murah, Praktis, Beraroma! Selain karena suka rasa teh, mungkin Anda minum teh karena yakin akan berbagai khasiat teh.
NAMUN, apa Anda terbiasa mencelupkan kantong teh celup berlama-lama?
Mungkin, pikir Anda, semakin lama kantong teh dicelupkan dalam air panas, makin banyak khasiat teh tertinggal dalam minuman teh... Padahal, yang terjadi justru sama sekali berbeda! Kandungan zat klorin di kantong kertas teh celup akan larut.
Apalagi jika Anda mencelupkan kantong teh lebih dari 3 - 5 menit.
Klorin atau chlorine, zat kimia yang lazim digunakan dalam industri kertas. Fungsinya, disinfektan kertas, hingga kertas bebas dari bakteri pembusuk dan tahan lama. Selain itu, kertas dengan klorin memang tampak lebih bersih. Karena disinfektan, klorin dalam jumlah besar tentu berbahaya. Tak jauh beda dari racun serangga. Banyak penelitian mencurigai kaitan antara asupan klorin dalam tubuh manusia dengan kemandulan pada pria, bayi lahir cacat, mental terbelakang, dan kanker.
Nah, mulai sekarang, jangan biarkan teh celup Anda tercelup lebih dari 3 menit. Atau, kembali ke cara yang sedikit repot, gunakan teh biasa. Atau teh kesehatan yang tidak berbentuk teh celup (butiran, irisan, atau daun teh asli).
Langganan:
Postingan (Atom)