31 Juli 2011

Mengapa harus Teh Hitam Ou Tea?


Ou Tea adalah “teh hitam”, yaitu teh yang dibuat dari daun pilihan Camelia chinensis, dengan proses fermentasi yang terbaik. Meskipun ada banyak ‘teh’ yang dibuat dari berbagai tanaman (kemudian disebut teh herbal), namun teh dari daun Camelia chinensis adalah teh yang pertama, asli dan benar-benar teh.

Apa bedanya Ou Tea dengan teh yang lain?
Selain dibuat dari varietas teh China pilihan (Camelia chinensis ) yang ditanam di tempat paling ideal di pegunungan China, Ou Tea juga unggul dalam hal proses fermentasinya dibandingkan jenis teh lain, yaitu: teh hijau (hampir tanpa fermentasi), teh merah (dengan sedikit fermentasi) dan teh Oolong (biasanya fermentasi dibiarkan terjadi secara alami). Hasilnya bukan hanya daun tehnya yang hancur, namun mata rantai molekul antioksidan dan berbagai zat aktif di dalamnya juga terpotong dan menjadi lebih efektif. Itulah sebabnya Ou Tea dapat membantu proses penyembuhan hampir semua penyakit jika diminum secara tepat. Jadi, sambil menikmati teh yang enak, sekaligus meningkatkan kesehatan (dan penyembuhan bagi yang sakit).

Apakah Ou Tea mengandung obat-obatan atau tambahan lain?
Tidak, Ou Tea adalah teh hitam. Ini 100% alami, tanpa penambahan bahan kimia.

Penyakit apa saja yang dapat dibantu dengan minum Ou Tea?

Ou Tea bermanfaat dalam hampir semua kasus, seperti: asam urat, diabetes, jantung, ginjal, stroke, kanker, darah tinggi, kolesterol tinggi, lemah syahwat, kista, sakit saat haid, asthma, reumatik, dll. Dalam hal penyakit akibat virus dan mikroorganisme patogen, karakter antiviral dan antibakteri Ou Tea akan membantu proses penyembuhan. Ou Tea juga memiliki sifat anti radang, sehingga dapat membantu perbaikan radang gusi, radang saluran cerna, dll.

Apa rahasianya Ou Tea begitu dahsyat?
Selain mengandung berbagai vitamin, mineral, dan zat gizi lain, Ou Tea juga punya banyak zat aktif yang berguna untuk kesehatan sebagai antioksidan. Semua varietas teh sebenarnya memiliki kandungan serupa. Maka banyak yang mengatakan bahwa teh hijau dapat menyembuhkan kanker, namun banyak yang gagal. Seorang dokter Jepang, Prof. Dr. Yukie Niwa membuat penelitian mengapa sejumlah pasien dapat sembuh dengan ramuan herbal sementara pasien lain dengan kondisi serupa tidak sembuh (Radikal Bebas Mengundang Maut, oleh Yukie Niwa M.D, Ph.D hal 122-127). Perbedaannya terletak pada sistem pencernaan si pasien. Dalam kasus pasien yang sistem pencernaannya kuat, enzimnya cukup, ramuan herbal yang dikonsumsi dicerna dengan sempurna, zat-zat aktifnya hancur dan aktif dalam tubuh sehingga hasilnya efektif, dia akan sembuh. Pasien lain yang tidak sembuh karena pencernaanya yang kurang baik.
Maka dia lalu berupaya menemukan cara untuk menghancurkan zat-zat aktif dalam ramuan herbal di luar tubuh, agar sewaktu konsumsi, meskipun pencernaan pasien lemah, zat-zat aktif tersebut dapat bekerja dengan efektif. Salah satu cara yang digunakannya adalah fermentasi. Itulah sebabnya Ou Tea begitu dahsyat. Proses fermentasinya yang paling canggih menghasilkan teh yang zat-zat aktifnya, terutama antioksidannya, hancur dalam rantai molekul yang pendek sehingga lebih efektif dalam tubuh.

Mengapa Ou Tea harus diminum selagi masih panas?

Ou Tea adalah sumber antioksidan yang luar biasa bagus untuk mengatasi radikal bebas yang merusak. Dalam tubuh radikal bebas menimbulkan reaksi berantai yang merusak seperti karat pada logam. Antioksidan adalah satu-satunya cara untuk mengatasi “karat” akibat radikal bebas pada tubuh. Sewaktu Ou Tea mendingin, lebih banyak gas (termasuk oksigen) yang masuk, akibatnya sebagian dari antioksidan Ou Tea bereaksi dengan oksigen itu, sehingga kadar antioksidannya menurun. Memanaskannya kembali tidak akan membantu, karena sewaktu dipanaskan ulang, oksigen keluar dari cairan dengan membawa antioksidan yang telah bereaksi dengannya. (Rudy Hartanto, Buletin Ou Tea Januari 2007)

09 Mei 2011

Harga dan Pengiriman

Harga Teh Hitam OuTea per botol (isi netto 45 gram butiran kering teh) untuk wilayah Pulau Jawa Rp 150.000 (Luar Jawa Rp 175.000), dan harga hemat per paket (isi 6 botol) untuk wilayah Pulau Jawa Rp 600.000 (Luar Jawa Rp 630.000). Baru, kemasan sachet @ 3 gram Rp 10.000 GRATIS BIAYA KIRIM
Kami melayani pengiriman untuk seluruh wilayah Indonesia.


Barang akan kami kirim (dengan JNE, KGP atau POS Ekspress 1 hari kerja sampai ke alamat, kota besar di Jawa) segera setelah transfer masuk ke rekening kami,
BCA no: 799 000 7777 a.n Jaka Suryanta.
(tuliskan nama dan nomor telepon Anda saat transfer baik melalui ATM, transfer di teller, phone banking maupun internet banking BCA, sehingga memudahkan kami mengetahui ada transfer masuk yang kami cek melalui phone banking/internet banking).

Atau dapat juga melalui Shar-e Bank Muamalat nomor: 904 907 1599 a.n Jaka Suryanta.
(bisa ditransfer melalui Kantor Pos/Bank Muamalat terdekat).
dan Bank Mandiri no: 137-00-0626208-9 a.n Jaka Suryanta
Barang (Insya Allah) akan sampai ke alamat 1-3 hari kerja (tergantung alamat).

Apabila paket Teh Hitam OUTEA tidak diterima dalam waktu 7 hari, kami akan mengembalikan uang Anda 100% (sesuai yang ditransfer) dan barang yang telah Anda terima silahkan ambil GRATIS! (Silahkan sms rekening Anda ke kami 081226998055 (sms only) atau 08122700015, kami akan kirimkan kembali uang Anda 100%)


30 April 2011

Agen-Agen Teh Hitam OuTea di beberapa Daerah


Untuk memperoleh Teh Hitam Ou Tea dan informasi lainnya dapat juga hubungi agen kami di beberapa kota (barang bisa diambil langsung atau dikirimkan), antara lain:


Bogor : Hanavich 081210308967
Majalengka, Jatiwangi, Kuningan, dan sekitarnya: Much. Ali Kanafi 085659709498 atau 08889976770
Yogyakarta/Sleman : 081226998055
Semarang: Sri Lady Diana 081901182299 / 0821 3334 1888
Bantul : Anwar 0817263710
Sukoharjo: Endang 081931648950
Surabaya:Nur Hartanti 081944104509

Bali :
Sugihono Saputra 021-93738979 atau 0878 77899 798

Makassar: Waris 0411-6129168 atau 085242778628



Kami juga melayani pengiriman produk ke seluruh wilayah Indonesia, hubungi: 081226998055 (24 jam)

Tahun 2011 ini Ou Tea sedang mengembangkan pemasarannya di seluruh wilayah Indonesia dengan memberi kesempatan kepada masyarakat untuk menjadi agen Ou Tea / Waralaba Pribadi Ou Tea, dengan komisi yang besar, mendapat asuransi jiwa dan kecelakaan gratis, syarat yang cukup mudah dan modal yang kecil. Untuk informasi, dapat menghubungi layanan kami di 0812 2699 8055 (sms) & 08122700015 email:
djaka7615@yahoo.com.
Apabila Anda berminat, nama Anda bisa kami cantumkan di halaman ini juga.

10 Februari 2010

Cara mengkonsumsi teh hitam OuTea yang benar

Cara minum teh hitam OuTea yang benar:

  1. Gunakan air yang benar-benar bersih ( minimal air kemasan galon) yang ber SNI, lebih disarankan menggunakan air RO (Reserve Osmosis).
  2. Rebus air hingga benar-benar mendidih, minimal 95 derajat C, ambil 1 gram Ou Tea atau 1 sendok teh Ou Tea. Seduh di dalam gelas 250 ml ( bisa diseduh 2X ). Tidak boleh menggunakan air panas dari dispenser, karena panas belum mencapai 95 derajat celcius.
  3. Minumlah dalam keadaan hangat-hangat panas, tanpa dicampur apapun ( gula, susu, madu, jeruk, dll )
  4. Usahakan dalam satu hari mengkonsumsi 2 – 3 gram Ou Tea ( 4 - 6 gelas per hari ) dan jika minum obat dokter atau jamu diberi selisih waktu 60 menit atau lebih.
  5. Bagi yang bermasalah dengan pencernaan (maag) atau gemetar setelah minum Ou Tea sebaiknya makan dulu baru konsumsi Ou Tea .
  6. Dewasa: 4-6 gelas per hari setelah makan, balita: 3-5 sendok per hari.
  7. Wanita hamil: tidak lebih dari 2 gelas per hari.
  8. Untuk olahragawan, diminum 1 jam sebelum beraktivitas untuk membantu meningkatkan stamina agar tidak mudah lelah.
  9. Untuk sariawan/sakit gigi dibuat agak kental lalu dikumur selama 1 s/d 3 menit lalu diminum.

Keterangan: Dengan minum teh kesehatan Ou Tea setiap hari secara rutin akan terjadi proses pemulihan dan penyembuhan kesehatan. Tidak menimbulkan efek samping karena teh kesehatan Ou Tea terbuat dari bahan alami (daun teh muda yang difermentasi), tanpa tambahan bahan-bahan kimia sehingga sangat aman untuk dikonsumsi oleh segala usia.


Reaksi awal yang kadang terjadi: 2% peminum Ou Tea antara 1 sampai 3 hari pertama akan mengalami reaksi seperti: sering buang air kecil, sering buang air besar (diare) karena terjadi proses pembersihan (detoksifikasi) didalam perut, berkeringat, tidak merasa mengantuk.
Jika terjadi reaksi diatas, teruskan pemakaian Ou Tea hingga reaksi tersebut berangsur-angsur hilang dengan sendirinya dan dianjurkan untuk tidak khawatir atau panik.

Periksakan kembali kesehatan Anda ke Laboratorium setelah 1 bulan secara rutin dan sesuai aturan minum Teh Hitam OuTea, untuk melihat dan mengetahui perkembangan kesehatan Anda.

Untuk informasi dan konsultasi silahkan hubungi: 081226998055 (sms) & 08122700015 atau email djaka7615@yahoo.com

08 Februari 2010

Penawaran Harga Spesial


Penawaran Harga Spesial:


  1. Setiap pembelian 1 paket isi 6 botol @ 45 gram butiran teh hitam OuTea kering seharga Rp 600.000 (Luar Jawa Rp 630.000), gratis 1 tahun asuransi jiwa dengan pertanggungan Rp 10.000.000 dan perawatan karena kecelakaan hingga Rp 2.000.000. GRATIS BIAYA KIRIM.

  2. Setiap pembelian 10 paket langsung seharga Rp 6.000.000 (luar Pulau Jawa Rp 6.300.000), mendapat cash back senilai Rp 600.000 (diberikan dalam bentuk ATM OUTEA Visa Elektron, ATM dikirim 1-2 minggu setelah transaksi. ATM sekaligus kartu Agen) dan mendapat asuransi jiwa dengan pertanggungan sampai dengan Rp 100 juta dan asuransi perawatan akibat kecelakaan sampai dengan Rp 20 juta. GRATIS BIAYA KIRIM.

  3. Setiap pembelian 20 paket langsung seharga Rp 12.000.000 (luar Pulau Jawa Rp 12.600.000), mendapat cash back senilai Rp 1.800.000 (diberikan dalam bentuk ATM OUTEA Visa Elektron, ATM dikirim 1-2 minggu setelah transaksi. ATM sekaligus kartu Agen) dan mendapat asuransi jiwa dengan pertanggungan sampai dengan Rp 200 juta dan asuransi perawatan akibat kecelakaan sampai dengan Rp 40 juta. GRATIS BIAYA KIRIM.


Informasi lebih lanjut tentang penawaran spesial ini silahkan hubungi kami sekarang juga: Jaka 081226998055 (sms only) & 08122700015. (ATM OuTea seperti gambar di atas).



02 Januari 2010

Pengolahan teh dan pengelompokan


Teh dikelompokan berdasarkan cara pengolahan. Daun teh Camellia sinensis segera layu dan mengalami oksidasi kalau tidak segera dikeringkan setelah dipetik. Proses pengeringan membuat daun menjadi berwarna gelap, karena terjadi pemecahan klorofil dan terlepasnya unsur tanin. Proses selanjutnya berupa pemanasan basah dengan uap panas agar kandungan air pada daun menguap dan proses oksidasi bisa dihentikan pada tahap yang sudah ditentukan.

Pengolahan daun teh sering disebut sebagai "fermentasi" walaupun sebenarnya penggunaan istilah ini tidak tepat. Pemrosesan teh tidak menggunakan ragi dan tidak ada etanol yang dihasilkan seperti layaknya proses fermentasi yang sebenarnya. Pengolahan teh yang tidak benar memang bisa menyebabkan teh ditumbuhi jamur yang mengakibatkan terjadinya proses fermentasi. Teh yang sudah mengalami fermentasi dengan jamur harus dibuang, karena mengandung unsur racun dan unsur bersifat karsinogenik.

Pengelompokan teh berdasarkan tingkat oksidasi:

Teh putih
Teh yang dibuat dari pucuk daun yang tidak mengalami proses oksidasi dan sewaktu belum dipetik dilindungi dari sinar matahari untuk menghalangi pembentukan klorofil. Teh putih diproduksi dalam jumlah lebih sedikit dibandingkan teh jenis lain sehingga harga menjadi lebih mahal. Teh putih kurang terkenal di luar Tiongkok, walaupun secara perlahan-lahan teh putih dalam kemasan teh celup juga mulai populer. (http://teh-putih-indonesia.blogspot.com)

Teh hijau
Daun teh yang dijadikan teh hijau biasanya langsung diproses setelah dipetik. Setelah daun mengalami oksidasi dalam jumlah minimal, proses oksidasi dihentikan dengan pemanasan (cara tradisional Jepang dengan menggunakan uap atau cara tradisional Tiongkok dengan menggongseng di atas wajan panas). Teh yang sudah dikeringkan bisa dijual dalam bentuk lembaran daun teh atau digulung rapat berbentuk seperti bola-bola kecil (teh yang disebut gun powder).

Oolong
Proses oksidasi dihentikan di tengah-tengah antara teh hijau dan teh hitam yang biasanya memakan waktu 2-3 hari.

Teh hitam atau teh merah
Daun teh dibiarkan teroksidasi secara penuh sekitar 2 minggu hingga 1 bulan. Teh hitam merupakan jenis teh yang paling umum di Asia Selatan (India, Sri Langka, Bangladesh) dan sebagian besar negara-negara di Afrika seperti: Kenya, Burundi, Rwanda, Malawi dan Zimbabwe. Terjemahan harafiah dari aksara hanzi untuk teh bahasa Tionghoa (红茶) atau (紅茶) dalam bahasa Jepang adalah "teh merah" karena air teh sebenarnya berwarna merah. Orang Barat menyebutnya sebagai "teh hitam" karena daun teh berwarna hitam. Di Afrika Selatan, "teh merah" adalah sebutan untuk teh rooibos yang termasuk golongan teh herbal. Teh hitam masih dibagi menjadi 2 jenis: Ortodoks (teh diolah dengan metode pengolahan tradisional) atau CTC (metode produksi teh Crush, Tear, Curl yang berkembang sejak tahun 1932). Teh hitam yang belum diramu (unblended) dikelompokkan berdasarkan asal perkebunan, tahun produksi, dan periode pemetikan (awal musim semi, pemetikan kedua, atau musim gugur). Teh jenis Ortodoks dan CTS masih dibagi-bagi lagi menurut kualitas daun pasca produksi sesuai standar Orange Pekoe.

Pu-erh (Póu léi dalam bahasa Kantonis)
Teh pu-erh terdiri dari dua jenis: "mentah" dan "matang." Teh pu-erh yang masih "mentah" bisa langsung digunakan untuk dibuat teh atau disimpan beberapa waktu hingga "matang". Selama penyimpanan, teh pu-erh mengalami oksidasi mikrobiologi tahap kedua. Teh pu-erh "matang" dibuat dari daun teh yang mengalami oksidasi secara artifisial supaya menyerupai rasa teh pu-erh "mentah" yang telah lama disimpan dan mengalami proses penuaan alami. Teh pu-erh "matang" dibuat dengan mengontrol kelembaban dan temperatur daun teh mirip dengan proses pengomposan. Teh pu-erh biasanya dijual dalam bentuk padat setelah dipres menjadi seperti batu bata, piring kecil atau mangkuk. Teh pu-erh dipres agar proses oksidasi tahap kedua bisa berjalan, karena teh pu-erh yang tidak dipres tidak akan mengalami proses pematangan. Semakin lama disimpan, aroma teh pu-erh menjadi semakin enak. Teh pu-erh yang masih "mentah" kadang-kadang disimpan sampai 30 tahun bahkan 50 tahun supaya matang. Pakar bidang teh dan penggemar teh belum menemui kesepakatan soal lama penyimpanan yang dianggap optimal. Penyimpanan selama 10 hingga 15 tahun sering dianggap cukup, walaupun teh pu-erh bisa saja diminum setelah disimpan kurang dari setahun. Minuman teh pu-erh dibuat dengan merebus daun teh pu-erh di dalam air mendidih seringkali hingga lima menit. Orang Tibet mempunyai kebiasaan minum teh pu-erh yang dicampur dengan mentega dari lemak yak, gula dan garam.

Teh Kuning
Sebutan untuk teh berkualitas tinggi yang disajikan di istana kaisar atau teh yang berasal dari daun teh yang diolah seperti teh hijau tapi dengan proses pengeringan yang lebih lambat.

Kukicha
Teh kualitas rendah dari campuran tangkai daun dan daun teh yang sudah tua hasil pemetikan kedua, dan digongseng di atas wajan.

Genmaicha
Teh hijau bercampur berondong dari beras yang belum disosoh, beraroma harum dan sangat populer di Jepang.

Teh bunga
Teh hijau atau teh hitam yang diproses atau dicampur dengan bunga. Teh bunga yang paling populer adalah teh melati (H­eung Pín dalam bahasa Kantonis, Hua Chá dalam bahasa Tionghoa) yang merupakan campuran teh hijau atau teh oolong yang dicampur bunga melati. Bunga-bunga lain yang sering dijadikan campuran teh adalah mawar, seroja, leci dan seruni.
(sumber http://id.wikipedia.org/wiki/Teh)

14 Desember 2009

Teh baik untuk Kesehatan Hati

New Orleans--Teh memang terkenal sebagai minuman berkhasiat. Sejak jaman dulu, orang selalu minum teh untuk menjaga kesehatannya. Selain menghilangkan dahaga teh masih menyimpan banyak rahasia. Baru-baru ini ditemukan lagi salah satu khasiat teh. Yaitu teh ternyata baik untuk kesehatan hati.
Temuan hasil penelitian yang disponsori oleh industri teh dunia ini menyimpulkan, segelas teh sangat baik untuk hati. Walaupun hasil temuan ini belum bisa mengangkat "derajat" teh sebagai makanan atau minuman kesehatan, namun penelitian yang dilakukan di Universitas Boston menemukan bahwa teh dapat membuat kerja arteri menjadi lebih baik pada orang yang mengidap penyakit hati.
Hasil penelitian tentang teh sebelumnya juga menyimpulkan bahwa orang yang biasa minum teh mempunyai resiko lebih rendah untuk terserang penyakit hati ketimbang yang jarang minum teh.
Dalam penelitian yang terbaru yang dibiayai oleh "The North America Tea Trade Health Research Association" (NATHRA) ini, meneliti beberapa orang yang minum teh secara teratur, lalu mengukur efek yang ditimbulkan pada tubuh secara cermat. Dan hasil penelitian ini dipresentasikan pada pertemuan rutin Assosiasi Hati Amerika (AHA) di New Orleans.
Penelitian ini dilakukan pada 50 orang pria dan wanita yang punya penyakti hati. Semua relawan diminta untuk minum teh sebanyak 4 sampai 8 cangkir teh setiap hari selama sebulan. Selanjutnya mereka diminta minum air putih setiap hari untuk satu bulan berikutnya.
Para peneliti menemukan aliran darah dan tekanan darah para relawan menjadi normal disaat mereka minum teh selama satu bulan. Namun, ketika mereka minum air putih selama satu bulan, tidak ada perubahan yang berarti terhadap tekanan dan aliran darah mereka.
Hasil penelitian ini sungguh menggembirakan buat kita-kita yang 'doyan' minum teh, khususnya buat yang punya penyakit hati. tapi sayangnya, para peneliti itu sendiri yang 'dikomandani' oleh Dr. Joseph A. Vita, tidak mau gegabah untuk menyarankan minum teh sebagai upaya penyembuhan penyakit hati.
"Saya minum teh karena saya yakin teh memang baik untuk kesehatan,"kata Vita. " Tapi saya dan rekan-rekan masih belum siap untuk merekomendasikan minum teh untuk perawatan hati."lanjut Vita.
Sumber: Asosiasi Teh Indonesia